Please Enable JavaScript Your Browser.. Thank's

Perfect World International New Horizons

Perfect World International New Horizons Version Offline dengan Server 1.5.1, terdapat 5 RAS dengan Quest terbaru, makin penasaran Silahkan Download atau Membeli pada Blog ini.. Sekian dan Terima Kasih..

Perfect World International Siren War

Perfect World Siren War Version Offline dengan Server 1.4.6, terdapat 5 RAS dengan Quest terbaru, makin penasaran Silahkan Download atau Membeli pada Blog ini.. Sekian dan Terima Kasih..

BattleField 2142 Offline

Battle 2142 Offline Full Installer, dapat bermain LAN dengan teman-teman Anda beserta BOTS (Maps yang ada BOTSnya saja)

Dragon Nest Trial Offline

Dragon Nest Offline Ini belum ada yang full Version masih Trial Version..

Perfect World International Rising Tide

Perfect World International Rising Tide Version Offline dengan Server 1.3.6, dengan 3 RAS, sudah banyak perbaikan baik game maupun Web Localhostnya, penasaran silahkan Download.. Sekian dan Terima Kasih..

Tampilkan postingan dengan label HAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HAM. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 April 2010

Kasus Dalam Negri

Tanjung Priok berdarah lagi, setelah kasus Tanjung Priok pada tahun 1984 menelan banyak korban, kini Tanjung Priok kembali membara dan darah tertumpah lagi.

Kemarin tanggal 14 April 2010 peristiwa serupa berulang di kawasan yang sama di Tanjung Priok. Polisi dan warga berperang dari pagi sampai sore dengan keganasan dan kebencian yang mengerikan. Puluhan orang terluka dan banyak kendaraan polisi dibakar massa. Kerusuhan malah meluas sampai ke Rumah Sakit Koja.

Pemicunya sama, yaitu persinggungan dengan keyakinan agama. Di tahun 1984, kerusuhan berdarah dipicu oleh kemarahan warga terhadap seorang aparat yang memasuki masjid tanpa membuka alas kaki.

Sementara perang kemarin dipicu oleh perlawanan warga kepada ribuan satpol pamong praja yang hendak memasuki kompleks makam Mbah Priok yang selama ini diyakini keramat. Kompleks itu berada dalam lahan milik PT Pelindo II. Mbak Priok adalah nama lain dari Habib Hassan bin Muhamad al Hadad, penyiar Islam dari Sumatera yang pertama kali menamakan kawasan di utara Jakarta itu sebagai Tanjung Priok.

Ketika peristiwa Tanjung Priok meledak tahun 1984, publik tidak banyak yang tahu. Pers yang terkontrol ketat tidak menyiarkan peristiwa itu apa adanya.
Kemarin, Perang Tanjung Priok, menjadi tontonan. Inilah perang yang terjadi di masa demokrasi dan kebebasan. Publik menyaksikan betapa negara, dengan segala kelengkapan dan kewenangan ternyata tidak mencintai rakyatnya.

Di sisi yang lain, publik pun bisa menyaksikan betapa warga negara telah memiliki kebringasan yang mengerikan juga. Mereka bisa memamerkan senjata tajam dan segala peralatan perang yang mungkin dipergunakan sebagai senjata, termasuk meledakan bom molotov.

Apa yang menyebabkan negara dan rakyatnya sendiri terlibat pertarungan berdarah yang mengerikan layaknya seperti musuh di medan perang?

Ini semuanya terjadi karena beberapa sebab. Pertama, tidak terlihat peningkatan yang sungguh-sungguh pada komitmen negara mencintai rakyatnya. Negara, bila terjadi konflik kepentingan dengan warga lebih cenderung memperlakukan rakyat sebagai musuh yang harus disingkirkan.

Kedua, betapa buruknya negara menjalankan resolusi problem. Makam Mbah Priok itu, menurut keterangan Wakil Gubernur DKI Prijanto, tidak digusur tetapi hendak direnovasi sebagai tempat kramat. Tetapi niat baik itu tidak dipahami karena komunikasi yang buruk.

Ketiga, terjadi distrust yang parah terhadap peraturan karena semakin hari semakin jelas bahwa penegakan hukum di negeri ini sangatlah manipulatif. Mafia hukum yang terbongkar belakangan ini bisa menjelaskan betapa meluasnya manipulasi itu.

Lalu, yang tidak kalah pentingnya adalah buruknya civic education. Negara lalai mendidik warga agar memiliki disiplin. Termasuk lembaga-lembaga pendidikan. Dan, yang juga lalai menjalankan civic education adalah partai politik.
(sumber: www.mediaindonesia.com)

Jumat, 26 Maret 2010

Milisi Abbas Gencarkan Operasi Penculikan dan Pemanggilan

Milisi Abbas terus melanjutkan operasi represif terhadap para pendukung Gerakan Perlawanan Islam Hamas di Tepi Barat. Sebanyak 20 dari mereka kembali diculik di Hebron, Nablus, Qalqilya, Tulkarem dan Betlehem.

Di Nablus, milisi Abbas melancarkan operasi penculikan meluas terhadap para kader gerakan Hamas dan para pemimpinnya di antaranya adalah: Ir. Mahdi al-Hanbali wakil walikota Nablus, Ir. Khalid Slamah mantan ketua Asosiasi Insinyur, Nidal Abu Ramila, ahli farmasi Omar al-Hanbali, Muhammad Bisharat, Farouk Bishtawi, Majdi Shaka, dan Khaled Shaka, kebanyakan dari mereka adalah tahanan yang telah dibebaskan dari penjara Zionis Israel dan semuanya pernah mengalami penculikan dari pihak milisi Abbas. Milisi Abbas juga menculik dua mahasiswa Jamil Badawi Dweikat dan Mohamed Ibrahim Dweikat setelah dipanggil untuk wawancara.

Di Tulkarem milisi Abbas menculik Profesor Ziad Syadid dari kota Allar setelah dipanggil untuk diwawancarai. Milisi Abbas juga menculik Adnan Al Jabsheh dari kota Deir al-Ghusun dan Hatem Yassin dari kota Kafr Labad timur Tulkarm. Mereka semua sebelumnya pernah diculikan milisi Abbas. Di Hebron milisi Abbs menculik Amr Ubeid setelah menyerbu rumahnya di kota.

Di Qalqilya milisi Abbas menculik Umar India untuk ketiga kalinya setelah menyerbu rumahnya. Sebelumnya dia pernah di tahan milisi selama lebih dari delapan bulan. Milisi Abbas juga menculik Khaled Novell setelah penggerebekan di tempat kerjanya di pusat kota, pernah diculik dan beberapa minggu yang lalu setelah ditahan selama lebih dari satu tahun. Milisi Abbas juga menculik Amir Khadraj setelah menyerbu rumahnya dan juga Muhammad Qaraqe setelah dibebaskan dari penahanans selama lebih dari delapan bulan. Milisi Abbas juga menculik Abdullah Al-Jaidi, tahanan yang telah bebas dari penjara Zionis Israel dan pernah ditahan sebelumnya oleh milisi selama lebih dari sepuluh bulan. Di Betlehem milisi Abbas menculik Saad al Asha dari kota Ubaydiya